Rabu, 23 Desember 2015

Masa Adven

Pengertian  “Adven”  berasal dari kata Latin ‘adventus, advenio‘ (bahasa Yunani-nyaparousia), artinya ‘kedatangan’. Maka fokus masa Adven adalah penantian akan kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kristus.


Maka doa- doa dan bacaan Kitab Suci tidak saja mempersiapkan kita secara rohani akan kedatangan-Nya (memperingati kedatangan-Nya yang pertama) tetapi juga mempersiapkan kedatangan-Nya yang kedua. Itulah sebabnya bacaan Kitab Suci pada masa Adven diambil dari Perjanjian Lama yang mengharapkan kedatangan Mesias dan Perjanjian Baru yang menantikan kedatangan Kristus. Demikian juga, tentang Yohanes Pembaptis, sang perintis yang membuka jalan bagi kedatangan Kristus Sang Mesias.

Masa Adven adalah masa empat minggu sebelum hari Natal, masa dimana kita menantikan dan mempersiapkan hati untuk menerima kedatangan Yesus Kristus sang juru selamat.

Pertemuan Masa Adven


Dalam masa adven ini, lingkungan griya pesona mengadakan pertemuan renungan dengan tema "Berguru pada Keluarga Yakub" (buku panduan dari Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Bandung).


* Pertemuan Adven 1
Tema : Yakub Diberkati (Kej. 27:1-29)
Yakub mendapat berkat dari ayahnya Iskhak dengan cara yang cerdik dengan merebut hak kesulungan Esau kakaknya, melalui campur tangan Ribka ibunya.


* Pertemuan Adven 2
Tema : Yakub di tempat suci (Kej. 28:10-22)
Pertemuan Yakub dengan Tuhan di Betel (Rumah Allah). Dalam penampakanNya, Allah berjanji kepada Yakub yakni penyertaan dan perlindungan Allah untuk kembali ke tanah terjanji.


* Pertemuan Adven 3
Tema : Yakub dan Laban (Kej. 29:15-30)
Yakub yang berkeluarga, menikah dengan Lea dan Rahel anak dari pamannya Laban.
Terjadi pertentangan antara Yakub dan Laban karena yang ingin dinikahinya sebenarnya adalah Rahel bukan Lea. Aksi Laban ini karna menyangkut hak kesulungan Lea yang belum menikah. Namun dengan perjuangan yang gigih, akhirnya Yakub mendapatkan Rahel jg.

* Pertemuan Adven 4
Tema : Yakub bergumul dengan Allah (Kej. 32:22-32)
Ujian yang diberikan Allah yang intinya memberi kekuatan secara mental bagi Yakub untuk kembali ke tanah terjanji.



Demikian pertemuan masa adven lingkungan griya pesona. Semoga dalam masa penantian akan kedatangan Yesus kedunia ini, kita bisa mempersiapkan jalan bagi Tuhan lewat pertobatan akan dosa-dosa kita. Dan semoga saat natal tiba nanti, kita bisa mempersembahkan hati untuk Tuhan.

Selamat mempersiapkan hari raya natal.

Berkah Dalem

Kamis, 10 Desember 2015

Program Kegiatan Lingkungan

Sebagai wujud cinta kasih dan pelayanan, pemberdayaan umat, pertumbuhan iman kristiani, mempererat rasa persaudaraan, lingkungan wajib menggerakkan umat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Peran serta dan keaktifan umat menjadi dasar tumbuh kembang dari sebuah lingkungan.


Kegiatan tersebut diantaranya memang sudah menjadi tradisi dari Gereja, program khusus dari paroki dan kegiatan rutin yang dilakukan oleh lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, pengurus lingkungan harus bisa mengkoordinir jadwal kegiatan agar peran serta umat bisa lebih aktif dalam menghadiri setiap kegiatan yang dilakukan.

Kegiatan kerohanian Gereja yang sudah menjadi tradisi dan wajib dilaksanakan oleh tiap lingkungan diantaranya:
- Pertemuan APP (masa prapaskah)
- Doa rosario (mei dan oktober)
- Pertemuan bulan kitab suci (september)
- Pertemuan masa adven

Kegiatan lainnya yang menjadi program dari Paroki Kristus Raja Krwng yang wajib dilaksanakan tiap lingkungan misal:
- Novena pesta nama Gereja Kristus Raja 
- Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS)
- Kunjungan frater dan suster

Selain kegiatan2 tersebut diatas, lingkungan griya pesona secara khusus juga melakukan kegiatan2 rutin, diantaranya:
- Latihan koor

Latihan koor dilakukan setiap hari minggu dan hari rabu bergabung dengan lingkungan terang sari.

- Pertemuan doa bulanan + arisan

Dilaksanakan setiap minggu yang pertama setiap bulannya.

- Arisan bapak-bapak griya teras

Dilaksanakan setiap minggu kedua setiap bulannya. Kegiatan ini didalamnya juga diisi sharing rohani, pembahasan lingkungan dan tabungan bagi setiap anggota.

- Rapat pengurus

Evaluasi kegiatan dan membuat agenda kegiatan lingkungan, dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

Selain kegiatan tersebut diatas, lingkungan juga melaksanakan kegiatan sosial bagi umat. Misalnya menengok umat yang sedang sakit, menengok umat yang melahirkan, pelayanan doa kematian, krja bakti, dsb.

Demikian kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh lingkungan griya pesona, semoga semangat persaudaraan dan pelayanan dalam Tuhan semakin kuat dan tentunya menjadi berkat bagi semua. Amin

Berkah dalem

Senin, 30 November 2015

Novena Pesta Nama GKR

Untuk memperingati pesta nama dan ulang tahun Gereja Kristus Raja Karawang (GKR), GKR mengadakan kegiatan novena pesta nama yang dilaksanakan oleh tiap lingkungan dari tgl 13 Nov s/d 21 Nov 2015. Tema untuk novena yakni "Sehati Sejiwa Berbagi Sukacita" yang pada intinya membahas tentang "KASIH".


Kegiatan novena ini dilaksanakan secara lectio divina dlm kelompok. Beberapa langkah dalam lectio divina diantaranya:
  a. Pembacaan nas kitab suci
  b. Hening (umat merenung akan bagian kata/frasa yang menyentuh hati)
  c. Sharing
  d. Penjelasan teks (oleh pemandu)
Ketiga langkah (a,b,c) dilakukan sampai tiga kali dalam tiap pertemuan agar umat benar-benar memahami isi dan pesan yang terkandung dari nas kitab suci yang dibacakan.

Pertemuan Novena

* Novena hari ke 1
Tema: lakukanlah yang baik bagi semua orang.
Sub tema: Kasih yang sejati (Rom 12:9-21)
Tempat:  Bp Petrus Sinaga

* Novena hari ke 2
Tema: mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri
Sub tema: Jalan yang benar (Mat 7:12-14)
Tempat: Bp Viktor Triadi

*Novena hari ke 3
Tema: kasihilah seorang akan yang lain
Sub tema: Perintah supaya saling mengasihi (Yoh 15:9-17)
Tempat: Bp Antonius Sarwanto

*Novena hari ke 4
Tema: mengenakan Tuhan sebagai perlengkapan senjata terang
Sub tema: Kasih adalah kegenapan hukum taurat (Rom 13:8-14)
Tempat: Bp Eddy

* Novena hari ke 5
Tema: Aku sekali-kali tidak meninggalkan engkau
Sub tema: Nasehat dan doa selamat (Ibr 13:1-9)
Tempat: Bp Yohanes Sukarno

* Novena hari ke 6
Tema: ikutlah Aku
Sub tema: Orang kaya sukar masuk kerjaan Allah (Mar 10:17-27)
Tempat: Bp St Suparno

* Novena hari ke 7
Tema: iman, harapan dan kasih
Sub tema: Kasih (1 Kor 13:1-13)
Tempat: Bp Simbolon

* Novena hari ke 8
Tema: segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama
Sub tema: Cara hidup jemaat perdana (Kis 2:41-47)
Tempat: Bp Ridho

* Novena hari ke 9
Tema: pergilah dan perbuatlah demikian!
Sub tema: Orang Samaria yang baik hati (Luk 10:25-37)
Tempat: Bp Fx Catur




Secara keseluruhan, kegiatan novena pesta nama GKR membahas tentang makna dari KASIH, yang dijabarkan dan digali sedemikian rupa arti tentang kasih itu. Semoga dengan adanya kegiatan novena ini, memberi perubahan positif bagi kita dalam membangun diri secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama harus kita jaga dan tingkatkan dengan melakukan kasih yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin

Berkah Dalem

Minggu, 15 November 2015

Rapat Pengurus dan Panitia Natal 2015

Pada bulan Januari nanti, lingkungan griya pesona akan mengadakan acara natalan bersama. Sebagai persiapannya dibentuk panitia natal untuk mengkoordinasi kegiatan agar berjalan dengan lancar.

Adapun susunan panitia natal sbb:
* Ketua                       : Bp Daniel Wawan
* Bendahara              : Mama Cinta
* Sie Acara                 : Bp Lulus T
* Sie Konsumsi          : Ibu Lulus T
* Sie Perlengkapan   : 1. Bp Andi
                                        2. Bp Desem H

Rencana tempat dan waktu natalan,
* Tempat                    : Bp Fx Catur
* Hari/tgl                    : Sabtu, 9 Januari 2016
* Waktu                      : 18.30 sd 21.00



Sie Acara

Mengatur dan menyusun acara dari awal sampai akhir. Sebagai gambaran, acara yang akan dilaksanakan antara lain: renungan natal yang akan disampaikan prodiakon Bp Beny, drama natal dan paduan suara anak, potong tumpeng (ulang tahun lingkungan I), ramah tamah (makan bersama), pembagian bingkisan untuk anak. Hendaknya sie liturgi bisa mengatur waktu, agar nantinya waktu acara tidak molor.
Latihan untuk drama dan paduan suara anak akan dilakukan mulai minggu kedua desember.

Sie Konsumsi

Seperti acara acara sebelumnya seperti HPS misalnya, ada pembagian tugas memasak bagi ibu ibu, sie konsumsi menentukan menu makanan yang akan dibuat dan mengkoordinasi dalam menyiapkan konsumsi.

Sie Perlengkapan

Menyiapkan perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan waktu acara. Misal tenda (antisipasi musim hujan), koordinasi pembuatan dekorasi natal.

Total rencana anggaran sementara yang akan digunakan untuk acara natalan ini sebesar Rp 3.375.000,00. Dari anggaran ini umat diwajibkan iuran natal sebesar Rp 15.000,00 per kk +  donatur dan untuk kekurangannya akan diambil dari kas lingkungan. Penarikan iuran natal akan dilakukan pada bulan desember.

Semoga nantinya acara natal ini berjalan dengan lancar dan panitia berharap dukungan dari pengurus dan umat untuk bersama-sama menyiapkan acara ini. Dengan saling melengkapi dan kekompakan kita selama ini semoga semakin menguatkan kita dalam persaudaran dan pelayanan bagi Tuhan. Amin

Berkah dalem

Selasa, 03 November 2015

Penutupan Doa Rosario

Secara keseluruhan kegiatan doa rosario berjalan dengan lancar. Pembukaan rosario dilaksanakan dirumah Bp Saragih dan untuk penutupannya dilaksanakan dirumah Bp Antonius Paino. Secara tehknis, doa dipimpin secara bergantian dari umat dan anak anak juga dilibatkan untuk ambil bagian dalam doa rosario ini. Tujuannya agar anak mengenal lebih dini dan ikut belajar memahami renungan dalam peristiwa Injil.



* Acara Penutupan Doa Rosario

Penutupan doa rosario dilaksanakan dirumah Bp Ant. Paino dengan renungan Injil diambil dari Peristiwa Gembira.

Adapun pembagian tugas untuk penutupan doa rosario sbb:
- Bp Petrus Sinaga
   Pemimpin doa umum
- Bp Antonius Paino
  Pemimpin doa rosario, peristiwa I, doa permohonan
-  Adik Abiyasa
  Peristiwa II, doa permohonan
- Sdri Tika
  Peristiwa III, doa permohonan
- Ibu Victor
  Peristiwa IV, doa permohonan
- Bp Petrus Riyadi
  Peristiwa V, doa permohonan
- Sdri Theresia
  Litani Santa Perawan Maria

Kemudian doa ditutup dengan doa ulang tahun sebagai ujub dari keluarga Bp Ant. Paino yang anaknya sedang merayakan ulang tahun.


Ungkapan syukur atas kegiatan doa rosario yang telah berjalan dengan lancar.


Dan ungkapan syukur merayakan ulang tahun.

Semoga lingkungan kita semakin solid dan semoga umat semakin aktif dalam mengikuti kegiatan kegiatan lingkungan. Amin.

Berkah Dalem

Selasa, 27 Oktober 2015

Hari Pangan Sedunia (HPS)

Gereja Katolik memperingati Hari Pangan Sedunia sebagai wujud keterlibatan gereja di tengah keprihatinan dunia. "Kita mengimani Allah tidak hanya menciptakan lalu meninggalkan ciptaan-Nya begitu saja. Ia setia menyertai dan menguatkan melalui makanan yang disediakan, maupun melalui kehadiran sesama dan seluruh alam ciptaan." Memanfaatkan, menjaga dan melestarikan adalah sebagai ungkapan rasa syukur kita terhadap ciptaan Tuhan.


Sebagai wujud rasa syukur ini, Paroki Kristus Raja Karawang memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Oktober 2015. Acara dilaksanakan setelah misa kedua bertempat di Gasebo Paroki Kristus Raja Karawang, yang diikuti setiap lingkungan bahkan perwakilan dari Subang dan Pamanukan juga ikut berpartisipasi. Berbagai aneka makanan hasil bumi ditampilkan dan setiap umat bebas untuk mengambil makanan tersebut. Acara dibuka ditandai dengan pelepasan burung dan balon oleh Pastor Paroki.


# Keterlibatan HPS Umat Lingkungan Griya Pesona

Aneka makanan yang ditampilkan oleh lingkungan griya pesona antara lain:
* Tiwul, berbahan baku dari singkong.
* Ubi Cilembu yang direbus.
* Wedang Secang, berbahan baku secang dan jahe.


# Persiapan HPS

Prioritas untuk makanan yang ditampilkan adalah makanan tradisional, makanan yang mungkin jarang ditemui untuk saat sekarang ini.



Pembuatan makanan dan kelengkapannya dilakukan di rumah bp Yulius dan di mako griya, rumah bp Widioko.



Sebuah kekompakan yang harus selalu dijaga dan ditingkatkan.

# Suasana HPS (Gasebo Griya Pesona, Paskalis)



Bersama, kita bisa!!!


Semoga dengan adanya HPS ini, semakin memacu semangat kita untuk membangun lingkungan agar lebih maju dan berkembang. Keaktifan, kreatifitas dan kekompakan umat harus terus ditingkatkan demi kemajuan lingkungan.

Hidup akan terasa damai jika dilandasi kasih dan saling melayani. Puji Tuhan.

Berkah Dalem

Sabtu, 17 Oktober 2015

Sejarah Goa Maria Tritis

Goa Maria merupakan salah satu tempat wisata rohani bagi umat katolik yang terinspirasi dari penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadeta di goa Lourdes, Prancis. Dimana di Lourdes ini, sekarang menjadi tempat ziarah Bunda Maria yang terbesar di dunia. Dari sejarah tersebut, kemudian muncul banyak goa Maria di Indonesia, salah satunya adalah Goa Maria Tritis yabg terletak di kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.


*Sejarah Goa Maria Tritis*



Pada tahun 1975 Romo Hardjosudarmo, SJ bertugas di Paroki Wonosari. Beliau juga membina para murid SD Sanjaya di Dusun Pengos, Kelurahan Giring, Kecamatan Paliyan. Pada tanggal 25 Desember1975 itu beliau bersama para murid SD Sanjaya merayakan misa natal di gedung SD Sanjaya karena waktu itu di lingkungan SD Sanjaya belum mempunyai kapel. Setiap akan diadakan Misa Natal, Romo membuat “gua” dari kertas. Melihat hal itu ada seorang murid berkata kepada Romo,”Romo, tidak usah membuat gua dari kertas, karena di tempat saya ada gua asli.” Lalu Romo itu bertanya,”gua asli bagaimana ?” Murid itu hanya menjawab,”Gunung itu growong (berlobang besar).”Maka pada suatu hari Romo diantar oleh muridnya itu ke gunung growong itu. Sampai di dalam gua Romo kagum dengan keindahan alam yang baru pertama kali dijumpainya,sehingga Romo berniat menjadikan gua tersebut sebagai tempat berdoa bagi umat katolik.


Tak lama setelah peristiwa itu Romo menemui Bpk. R. Radio Sutirto, Kepala Desa Giring. Tujuannya adalah untuk meminta izin agar Gua Tritis boleh dipergunakan untuk berdoa bagi umat Katolik. “Pak, bagaimana kalau Gua Tritis itu saya jadikan tempat sembayangan bagi umat katolik ?” Tanpa menunggu keesokan harinya Bapak kepala desa itu menyetujui permintaan Romo Hardjosudarmo, SJ itu.

Berkat dukungan dan kerja sama masyarakat dusun bulu jalan menuju ke gua dalam waktu kurang lebih satu bulan sudah dapat dilewati walaupun waktu itu keadaanya belumlah sempurna seperti sekarang. Dan pada tahun 1979 Gua MariaTritis diresmikan oleh Romo Lamers, SJ dengan memasang Patung Bunda Maria. Sejak saat itu tempat itu dinamai Gua Maria Tritis.

Demikian sekelumit kisah sejarah Goa Maria Tritis. Semoga bermanfaat.

Berkah Dalem

Minggu, 11 Oktober 2015

Doa Salam Maria




Doa yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah doa Salam Maria. Bagian pertama dari doa tersebut berkembang dalam abad pertengahan ketika Maria, Bunda Yesus, menjadi perhatian umat Kristiani sebagai saksi terbesar atas hidup, wafat serta kebangkitan Kristus.

*Bagian awal doa merupakan salam Malaikat Gabriel kepada Maria, menurut Injil Lukas:

Salam Maria,
Penuh rahmat,
Tuhan sertamu,

Dengan perkataan tersebut, malaikat Tuhan menyatakan belas kasih Ilahi. Tuhan akan menyertai Maria. Maria akan melahirkan Yesus Kristus ke dunia.

*Bagian selanjutnya, adalah salam yang disampaikan kepada Maria oleh Elisabet, sepupunya, seperti ditulis dalam Injil
St. Lukas:

Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu,

Kata Yesus baru ditambahkan pada abad ke 13, menjadi:

Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

*Dan akhirnya, pada abad ke-15, bagian doa selanjutnya ditambahkan:

Santa Maria , bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati.

Bagian doa tersebut memohon kepada Maria, yang penuh rahmat serta dekat dengan Putra-nya,untuk mendoakan kita orang berdosa, sekarang dan saat ajal menjelang.

Bersama dengan murid kepada siapa Yesus mempercayakan ibunda-Nya di Kalvari dengan mengatakan "Inilah ibumu!", kita mengakui BundaMaria sebagai bunda kita. Bunda Maria akan senantiasa mendekatkan kita pada Kristus. Sejak dari permulaan Bunda Maria mengenal-Nya; ia menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitan Kristus; tidakkah Bunda Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putra-nya dan misteri hidup-Nya? Kita mengandalkan belas kasih Bunda Maria kepada kita seperti yang ia lakukan bagi pasangan pengantin di Kana, di Galilea. Kita mempercayakan segala kebutuhan kita kepada Bunda Maria.



Pada akhir abad ke-16, kebiasaan mendaraskan 150 Salam Maria dalam suatu rangkaian doa atau perpuluhan menjadi populer di kalangan umat Kristiani. Dalam doa-doa tersebut, peristiwa-peristiwa hidup, wafat dan kebangkitan Yesus direnungkan. Praktek doa itu sekarang dikenal sebagai Doa Rosario.Bunda Maria senantiasa menjadi teladan iman dan pelindung orang-orang Kristen yang percaya.. Ketika Malaikat Gabriel datang kepadanya, ia percaya akan warta yang disampaikan malaikat dan tetap teguh pada imannya tanpa ragu sedikit pun meskipun harus melewati pencobaan gelap Kalvari. Bunda Maria mendampingi kita juga yang adalah saudara dan saudari Putra-nya, sepanjang ziarah kita di dunia yang penuh dengan kesulitan dan mara bahaya. Selama berabad-abad telah banyak umat Kristiani mengakui bahwa doa Salam Maria merupakan sumber rahmat rohani.

Setiap orang beriman Kristiani yang bersedia mempelajari Kitab Suci secara utuh tentu akan dapat memahami peran Maria dalam tata penyelamatan manusia. Doa Salam Maria alinea pertama adalah salam dari Malaekat, dan salam dari bunda Elisabeth. Dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah, Asal Mula dan Tujuan Hidup kita, dengan pengantaraan Kristus, dalam persekutuan Roh Kudus. Fungsi kepengantaraan Kristus utuh, karena Ia adalah "Firman Allah" (mewakili Allah) dan sekaligus "Yang tinggal di tengah kita" (mewakili manusia). Dan kepengantaraan Maria dalam doa terjadi karena ia adalah seorang manusia di antara kita. Dalam berdoa kita berdoa bersama Maria yang menyampaikan doa-doa kita kepada Allah dengan pengantaraan Kristus dalam persekutuan Roh Kudus . Makin rumitkah? Mudahnya, kalau kita mencintai Anak, kita juga mencintai Ibu-Nya.

Doa yang singkat dan sederhana ini membutuhkan 15 abad untuk sampai pada bentuknya yang sekarang. Begini terjadinya:

*Yang pertama mengucapkan sebagian doa itu ialah malaikat Gabriel. Kemudian ada bukti-bukti bahwa sekurang-kurangnya sejak abad ke-6 umat Kristen mulai mengucapkan kata-kata malaikat itu, sebagai penghormatan bagi ibu Yesus. Kata-kata itu berbunyi: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu". Kata-kata ini mirip bahkan sama artinya dengan kata-kata malaikat dalam Injil: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Luk.1:28). Jadi waktu itu orang suka berdoa: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu."

*Enam abad kemudian, dalam abad ke-12, kata-kata dari Elisabet sewaktu mendapat kunjungan dari Maria ditambahkan ke dalam doasingkat itu. Kata-kata itu berbunyi "Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu." Ungkapan ini menterjemahkan seruan Elisabet: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu" (Luk.1:48). Maka sejak saat itu, kurang lebih 800 tahun yang lalu, orang biasa berdoa: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu. Amin." Kemudian ditambahkan lagi kata Yesus, menjadi ".....buah tubuhmu Yesus". Dan selesailah sudah kurang lebih 12 abad bagian pertama dari doa "Salam Maria".

*Bagian ke-2 dari doa "Salam Maria" mendapatkan bentuknya yang sekarang dalam waktu 3 sampai 4 abad. Mulai abad ke-13, ada penambahan-penambahan pendek. Di satu daerah orang berdoa: "... Santa Maria , doakanlah kami. Amin". Di tempat lain orang berdoa:"..Doakanlah kami yang berdosa ini. Amin". Dan beberapa variasi lain lagi. Doa selengkapnya, dalam bentuknya yang sekarang ini, baru diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius V pada tahun 1568, 4 abad yang lalu.

Demikianlah sejarah singkat doa Salam Maria yang kita kenal. Ternyata sarat akan tradisi yang suci, diucapkan ribuan kali oleh jutaan orang beriman yang mendahului kita, yang mengungkapkan cinta mereka akan Bunda Maria dan melalui doa ini menaruh harapannya kepada Bunda Allah.

Berkah Dalem


Disalin dari, www.imankatolik.or.id

Sabtu, 03 Oktober 2015

Bulan Rosario, Doa Devosi Maria

Bulan Oktober merupakan bulan rosario, dimana umat Katolik memberi penghormatan kepada Bunda Maria dengan melakukan doa-doa devosi kepada Bunda Maria.


Sejarah bulan Maria pada bulan Oktober. Berkaitan dengan pertempuran yang terjadi di Lepanto pada tahun 1571. Pada pertempuran itu, kerajaan Ottoman (berasal dari Turki)menyerang umat Kristen yang tersebar di Eropa. Jumlah pasukan Turki ternyata melebihi pasukan Kristen Katolik Spanyol, Venesia, dan Genoa. Ancaman ini diluar dugaan. Untuk menghadapi situasi yang begitu mencekang ini, Don Juan (John) dari Austria yang menjadi komandan armada Kristen Katolik, memohon pertolongan melalui perantaraan Bunda Maria dengan mendaraskan doa Rosario. Bersama dengan Don Juan, umat Kristen Katolik diseluruh Eropa mendaraskan doa Rosario tiada henti. Pada 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama dengan umat Kristen berdoa Rosario bersama di Basilika Santa Maria Magiore. Doa didaraskan dari subuh, hingga petang. Doa Rosario terus didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran Lepanto. Hal ini kelihatannya mustahil, namun pada tanggal7 oktober, pasukan Kristen Katolik akhirnya memperoleh kemenangan dalam pertempuran Lepanto (Lepanto Battle).Kemudian, oleh Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa Kudus di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Kemudian, oleh penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari raya Rosario Suci.


Kegiatan Doa Rosario lingkungan griya pesona dilaksanakan setiap malam. Kecuali untuk malam senin dan malam kamis karna harus bergabung dengan lingkungan terangsari untuk mengikuti latihan koor. Secara tehknis seperti bulan maria sebelumnya, kegiatan doa dilaksanakan secara bergiliran dari rumah kerumah umat dan untuk konsumsi ditiadakan. Tuan rumah dihimbau untuk menyediakan air putih saja dan dana untuk konsumsi dialihkan untuk kolekte.
Program dari seksi liturgi, setiap malam minggu setelah doa rosario akan diadakan sharing dan renungan tentang peristiwa-peristiwa yang  terdapat dalam doa rosario yakni peristiwa gembira, peristiwa terang, peristiwa sedih dan peristiwa mulia. Sebelumnya pemandu akan menjelaskan dan menjabarkan peristiwa-peristiwa tersebut diatas. Bertujuan umat lebih mengetahui dan memahami makna dari peristiwa-peristiwa tersebut.
Semoga kegiatan rosario di lingkungan griya pesona berjalan dengan baik dan umat terlibat aktif dalam kegiatan ini. Amin

Berkah Dalem

Senin, 28 September 2015

Pertemuan Bulan Kitab Suci

Melayani Seturut Sabda



Secara khusus, Gereja Katolik di Indonesia menjadikan bulan September sebagai bulan Kitab Suci. Bertujuan agar umat katolik sering "membuka", membaca dan lebih bisa memahami makna dan pesan yang terkandung dalam bacaan Kitab Suci.

Dalam hal ini, Paroki Kristus Raja Karawang mengadakan program kegiatan bagi tiap lingkungan untuk mengadakan pertemuan bulan Kitab Suci. Tema untuk bulan Kitab Suci 2015 yakni "Melayani Menurut Sabda". Kegiatan pertemuan dilaksanakan 4 kali dalam sebulan dan dalam setiap pertemuan, umat dihimbau untuk membawa Kitab Suci.


Alur pembahasan Kitab Suci yakni:

a. Pembacaan Kitab Suci
 Umat membaca secara bergantian (per titik dan per ayat), dan pembacaan diulang 2 kali.
b. Pencarian Tokoh
  Mencari tokoh yang terdapat dalam         bacaan tersebut.
c. Sharing
  Mensharingkan makna dan pesan yang   terkandung dalam isi bacaan.
d. Action (audio visual)
  Setelah memahami makna dan pesan,   salah satu atau dua umat memperagakan
contoh aksi dalam kehidupan sehari hari     sesuai isi bacaan.
e. Pemahaman lebih dalam
  Dilakukan dengan hening, pemandu        mengajak berdoa dan instropeksi diri.

1. Pertemuan Pertama

Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Yohanes 13:1-15 dengan tema " Yesus Teladan Dan Pelayanan".




Yesus memberi teladan bagi kita untuk saling melayani. Yesus sebagai Guru dan Tuhan mau merendahkan dirinya sebagai hamba, dimana Dia mau membasuh kaki para murid-Nya termasuk pada Yudas Iskariot yang akan mengkhianati-Nya. Pesan dalam Injil ini yakni hendaknya kita saling melayani, saling mengasihi satu sama lain seperti teladan yang diberikan Yesus bagi kita.

2. Pertemuan kedua

Bacaan kitab suci diambil dari Kolose 3:18-4:1 dengan tema " Melayani Dalam Keluarga".


Bagaimana melayani dalam keluarga? Keselarasan hubungan pasangan suami istri, orangtua dan anak harus selalu terjalin. Istri taat pada suami, begitu pula suami mengasihi istri dan tidak berlaku kasar padanya. Anak taat pada orang tua dan orang tua berkewajiban mendidik anak dengan baik. Saling mengasihi antar anggota keluarga merupakan kunci dalam mencapai kedewasaan berumah tangga.

3. Pertemuan Ketiga

Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Lukas 10:38-42 dengan tema "Melayani Dalam Gereja".



Dalam Injil ini ada 3 tokoh utama yakni Marta, Maria dan Yesus. Ketika Yesus dan para murid-Nya singgah dirumahnya, Marta sangat bahagia dan sibuk melayani dan ketika melihat Maria hanya duduk dan mendengar perkataan Yesus, Martapun menggerutu. Yesus mengatakan, Maria sudah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil darinya. Peristiwa sederhana ini sangat menginspirasi, Marta dan Maria melakukan hal yang baik. Tapi menurut Yesus, Maria yang terbaik karna dia lebih peka memilih mendengarkan pengajaran-Nya.
Sebagai manusia kadang kita seperti Marta yang sibuk dan kurang peka akan apa yang diinginkan dan dikehendaki Yesus. Mengasihi Yesus pertama-tama adalah dimulai dengan mendengarkan Dia.

4. Pertemuan Keempat

Bacaan Kitab Suci diambil dari 1 Petrus 2:13-17 dengan tema "Melayani Dalam Masyarakat".



Dalam bacaan ini, kita diharuskan taat pada lembaga manusia dan menjadi orang yang merdeka. Merdeka dalam hal ini berarti bebas tapi bebas yang bertanggung jawab serta kita juga harus kritis. Kritis dalam artian aktif dalam mengikuti kegiatan dalam lingkungan masyarakat. Sebagai minoritas kadang kita merasa minder, takut dsb. Kalau kita seperti itu, kita tidak bisa ikut membangun lingkungan masyarakat dan tentunya kita kurang berkembang. Kita harus membaur dengan lingkungan mayoritas dan saling membantu dan bekerjasama karna itulah tanda kasih dan pelayanan.

Berkah Dalem

Kamis, 17 September 2015

Arisan Bapak-Bapak Griya Teras

Kegiatan arisan ini mulai memasuki periode yang kedua, dimana selain sebagai ajang berkumpul bapak bapak juga sebagai tempat sharing rohani dan juga guna membahas permasalahan permasalahan yang dihadapi lingkungan.

 Acara dalam pembukaan arisan periode kedua ini antara lain:

1. Pembagian kaos kenang kenangan arisan  periode satu

Kaos dengan lambang Alfa dan Omega






2. Pembentukan kepengurusan arisan periode kedua
 
    a. Ketua.             : Bp Yulius Purnomo
    b. Bendahara 1  : Bp Margono
                            2 : Bp Aloysius Widioko


Besarnya dana untuk arisan periode 2:
   - dana arisan.        : Rp 50.000
   - dana kas.             : Rp 10.000
   - dana konsumsi.  : Rp 10.000

3. Pembentukan kepengurusan tabungan ziarah

    a. Ketua.              : Bp Yusup Pracoyo
    b. Bendahara   1 : Bp Viktor Triadi
                             2 : Bp Daniel Wawan


Secara tehknis, umat menabung seribu setiap hari dan dikumpulkan setiap pertemuan arisan. Rencana ziarah akan dilaksanakan bulan Oktober 2017 di ziarah Maria Kuningan.

Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan semakin memupuk rasa persaudaraan antar umat. Amien

Berkah Dalem

Minggu, 06 September 2015

Kenangan Kunjungan Suster Mikhaela

 Kunjungan  ini merupakan program Paroki Kristus Raja Karawang, Keuskupan Bandung.  Dimana tiap-tiap lingkungan mendapat jatah kunjungan 1 suster. Waktu kunjungan tanggal 5 September 2015 dan menginap selama 1 malam dirumah salah satu umat lingkungan tersebut. Untuk lingkungan griya pesona, suster menginap dirumah bp St Suparno. Kegiatan yang dilakukan suster selama kunjungan diantaranya mengajar sekolah minggu di Wisma Benekditus, mengikuti acara doa persiapan penerimaan sakramen perkawinan Aditya-Denny, sharing dan ramah tamah bersama umat lingkungan. 

 Inilah momen-momen  kunjungan suster bersama umat lingkungan griya pesona dan umat lingkungan terangsari yang ikut bergabung.





1. Gereja Kristus Raja Karawang





2. Wisma Benekditus, blok SS






3. Rumah Bp St Suparno