Rabu, 29 Maret 2017

Pertemuan APP ke -2

Keluarga menanamkan : Tanggungjawab Ekologis


Pertemuan APP 2 dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Maret 2017 di rumah Bp Riph John Hutabarat. Fasilitator yang bertugas memandu yakni Bp Petrus Sinaga.





Tujuan

1. Mengajak umat untuk bertobat dan mengubah segala sikap dan
perbuatan dalam memperlakukan bumi serta alam menjadi sikap dan
perbuatan yang selalu mengandung tanggung jawab ekologis (hak dan
kewajiban dalam menjaga alam sebagai rumah kita bersama).
2. Umat membawa pertobatan ekologis (kesadaran akan tanggung
jawab terhadap lingkungan hidup) yang dialaminya ke dalam
keluarga.


Bahan Sharing

a. Kisah : Hak Untuk Menguasai

Sewaktu mengerjakan sebuah proyek bangunan di sebuah kota di Jawa Barat, seorang pengusaha mengalami
kesulitan dalam membangun fondasi bangunan tersebut.
Hal ini disebabkan ada sebuah mata air di area itu. Sebagai solusi diambil langkah dengan mengeringkan mata air,
yaitu menyedot air dari mata air itu dan membuangnya ke selokan secara terus menerus selama berbulan-bulan.
Akibat dari perbuatan itu adalah mengeringnya tanah di sekitar area tersebut. Tetapi langkah ini tetap
dipertahankan oleh sang pengusaha sebab ia merasa berhak melakukan apa saja di area yang dimilikinya.

b. Teks Kitab Suci

» Kejadian 1: 26-31. Ayat 28: Allah memberkati mereka,
lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranak-cuculah
dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan
taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas segala binatang yang
merayap di bumi.
» Kejadian 2: 8-15. Ayat 15: TUHAN Allah mengambil
manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden
untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


Peneguhan/kesimpulan

Bumi dan alam dimanfaatkan secara sewenang-wenang, terus menerus oleh manusia sehingga rusak. Manusia melakukan hal itu karena merasa berhak, berhak karena kepemilikan atau penguasaannya dilindungi oleh
hukum suatu negara. Atau merasa boleh melakukan apa saja karena Tuhan telah memberikan hak untuk menguasai
bumi dan alam kepada manusia (Kej. 1: 28). 

Kecenderungan ini sesungguhnya muncul dari hasrat manusia yang ingin berkuasa seperti Tuhan atas miliknya atau atas bumi serta alam.

Sebenarnya Kej. 1: 28 harus dimengerti menurut konteks Kej. 2: 15, yang berarti kekuasaan manusia atas bumi dan alam adalah kekuasaan untuk mengusahakan
sekaligus memeliharanya. Gereja juga telah menentukan bahwa kepemilikan seseorang atas bumi dan segala isinya harus dipandang "bukan hanya sebagai miliknya sendiri, melainkan juga sebagai milik umum, dalam arti bahwa hal-hal itu dapat berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi sesama" (Gaudium et Spes no. 69).

Maka jelaslah bagi kita, bahwa mulai saat ini kita harus bertobat secara ekologis dan menaruh tanggung jawab terhadap lingkungan hidup -- sebagai tempat tinggal
bersama dan sebagai penyalur berkat Tuhan -- di pundak masing-masing. Kita harus menjaga dan memeliharanya dengan antusias dan kreatif (Laudato Si' 220), dan "sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan
kepada Allah, .... " (Roma 12: 1).


Membuat Niat


Umat mewartakan pertobatan ekologis yang dialaminya dan menjadi teladan di dalam keluarga, sehingga pertobatan itu berkelanjutan menjadi sebuah pertobatan
komunal.




Berkah Dalem

Pertemuan APP 1

Keluarga Memandang : Semua Diciptakan Baik


Pertemuan APP 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 03 Maret 2017, di rumah Bp Antonius Sarwanto.

Tujuan

Membawa umat untuk menyadari dan mau mengkomunikasikan di dalam keluarga bahwa segala yang diciptakan Allah adalah baik dan memberi gambaran pada kebesaran dan kebaikan Allah, sehingga manusia tidak berhak merusaknya melainkan menjaga dan melestarikan.




Bahan Sharing   

a. Kisah : Dua Fenomena

Kejadian ini terjadi dua atau tiga tahun belakangan ini, dimana dua atau tiga kali dalam setahun, rumahku diserbu ulat bulu yang berasal dari pepohonan yang tumbuh di sekitar sungai belakang rumah.
Gejala lain yang kuamati akhir-akhir ini, burung-burung jarang beterbangan di sekitar pohon tersebut. Mungkin mereka semakin punah karena ditangkap dan diburu oleh penduduk sekitar.
Tapi apakah benar kedua fenomena ini saling berkaitan? Aku masih mengolah dalam benakku.


b. Teks Kitab Suci

» Kejadian 1:1-25
Ayat 25 : Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
» Kebijaksanaan Salomo 13:1-5
Ayat 5 : Sebab orang dapat mengenal Khalik dengan membanding-bandingkan kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya.
» Roma 1:18-21
Ayat 20 : Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keillahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.


Kesimpulan 

1. Manusia tidak berhak dan tidak boleh merusak alam ciptaan, tapi justru harus menjaganya. Sehingga setiap kali memandang alam itu dan mengerti kontinuitas serta keseimbangan yang terjadi di dalamnya, manusia dapat memuji dan memuliakan Allah ;

2. Karena alam adalah gambaran kemaha-kuasaan dan kebaikan Allah, maka tema pemeliharaan alam adalah bagian dari pendidikan iman ;

3. Keluarga adalah tempat pendidikan iman berlangsung, dimana didalam keluarga harus mengajarkan anak sejak dini mengenai alam yg diciptakan baik oleh Allah yang harus selalu dijaga.

4. Sebagai orangtua dalam keluarga perlu menghargai alam dan melakukan tindakan penjagaan alam terlebih dahulu.


Membuat NIAT

Umat membuat NIAT untuk mengkomunikasikan poin-poin penting dalam tema 1 ini dan berdiskusi dalam keluarga.




Demikian hal-hal dan poin penting yang disharingkan dalam pertemuan APP yg pertama. Semoga menjadi inspirasi bagi umat untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Amin


Berkah Dalem

APP 2017 - Keluarga Berwawasan Ekologis

Tema APP 2017 Keuskupan Bandung yakni "Keluarga Berwawasan Ekologis". 



Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi karena manusia yang bertindak sembarangan bahkan mengeksploitasi alam secara berlebihan, membawa Gereja untuk mengajak umat untuk lebih peduli pada alam dan lingkungan hidup. Gereja mendorong keluarga-keluarga -- sebagai Gereja keluarga (ecclesia domestica) agar memiliki kesadaran menjaga alam terutama di lingkungan sekitarnya.

Terciptanya Keluarga Berwawasan Ekologis berarti bahwa :

a. Keluarga yang memiliki kesadaran akan keterikatannya dengan alam sebagai kesatuan ciptaan dari Sang Pencipta alam semesta.
b. Keluarga yang memiliki kepedulian terhadap gerakan perlindungan dan pemeliharaan lingkungan hidup.

Salah satu upacara Gereja agar dapat mewujudkan cita-cita diatas adalah dengan menunjukkan letak persoalan lingkungan hidup dalam iman kristiani. Hal ini dijabarkan dalam bahan APP 2017 yang dibagi dalam empat tema yakni :

1. Keluarga memandang : Semua Diciptakan Baik. Umat diajak mendiskusikan cara pandang manusia terhadap lingkungan hidup.

2. Keluarga menanamkan : Tanggung jawab Ekologi. Umat diajak mendiskusikan hubungan antara manusia, lingkungan hidup dan Allah.

3. Keluarga mengajarkan : Mencintai Lingkungan Hidup adalah Konsekuensi Mencintai Sesama. Umat diajak mendiskusikan hubungan antara manusia, lingkungan hidup dan sesama manusia.

4. Keluarga mendorong : Membangun Alam seperti membangun para Sahabat. Umat diajak untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup.

Empat tema tersebut diatas selanjutnya akan dibahas dan disharingkan dalam pertemuan APP lingkungan yang akan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan.

     

Nyanyian Sang Surya Fransiscus Asisi



St. Fransiskus Asisi

"Terpujilah Engkau Tuhanku
bersama semua makhluk-Mu,
terutama Tuan Saudara Matahari;
dia terang siang hari, melalui dia kami Kau beri terang.
Dia indah dan bercahaya dengan sinar cahaya yang cemerlang.
Tentang Engkau yang Maha luhur, dia menjadi tanda lambang.

Terpujilah Engkau Tuhanku,
karena Saudari Bulan dan bintang-bintang,
di cakrawala Kau pasang mereka,
gemerlapan,megah dan indah.

Terpujilah Engkau Tuhanku,
karena Saudara Angin,
dan karena udara dan kabut,
langit yang cerah dan segala cuaca,
dengannya Engkau menopang hidup makhluk ciptaan-Mu.

Terpujilah Engkau Tuhanku, karena Saudara Air,
dia besar faedahnya, selalu merendah,
berharga dan murni.

Terpujilah Engkau Tuhanku, karena Saudara Api,
dengannya Engkau menerangi malam;
dia indah dan cerah ceria, kuat dan perkasa."



Berkah Dalem

Selasa, 28 Maret 2017

Kepengurusan dan Program 2017

Sebagai langkah awal di tahun 2017 demi untuk memperlancar program kegiatan lingkungan, melalui rapat pengurus disepakati akan diadakan  revisi kepengurusan lingkungan griya pesona. Setelah menimbang dari berbagai hal dan sebagai sarana demi meningkatkan tumbuh kembang lingkungan, maka dibentuklah susunan kepengurusan yang baru.

Adapun susunan Kepengurusan Lingkungan Griya Pesona thn 2017 :

- Ketua              : Antonius Sarwanto

- Wakil Ketua  : Daniel Wawan JS

- Sekretaris      : Paulus Widiatmoko

- Bendahara    : Cicilia Rasmiyati

- Seksi-seksi     :

  a. Liturgi    : 1. Petrus Bahari Sinaga
                         2. Viktor Triadi
                         3. Bernadus Sigit Hadiwibowo
                         4. Antonius Paino
                         5. Desem Hutapea
                         6. Agnes Linggar Novitasari

 b. Sosial       : 1. Elfius Titus
                         2. Magdalena Sri Mining
                         3. Marisi Malau
                         4. Yulia Nani Dwi Wiratmi

 c. Humas      : 1. Yohanes Aryanto
                          2. Aloysius Widioko
                          3. Juli Tona Lisna
                          4. Agnes Sandi Meiyani
                          5. Mida Simarmata

 d. Koor          : 1. Fx. Catur Suranto
                          2. YM. Lulus Trimandono


Demikian susunan kepengurusan lingkungan griya pesona di tahun 2017 ini. Kepengurusan yang baru ini dikukuhkan dalam acara "Natal, Tahun Baru dan Ulang Tahun Lingkungan Griya Pesona ke-2" yang pelaksanaannya pada tanggal 16 Januari 2017 bertempat di rumah Bp Fx Catur Suranto. Semoga para pengurus yang terpilih bisa melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggungjawab dan selalu semangat dalam melayani umat.
Amin

Sebelumnya, pada tanggal 18 Desember 2016, pelantikan Prodiakon Paroki Kristus Raja Karawang oleh Uskup Bandung Antonius. Untuk wakil dari Lingkungan Griya Pesona yang dilantik menjadi Prodiakon yakni :
1. Petrus Bahari Sinaga
2. Viktor Triadi


Tugas dan kewajiban Prodiakon meliputi membantu menerimakan komuni (baik dalam Perayaan Ekaristi maupun menerimakan komuni bagi orang sakit dan lansia) juga melaksanakan tugas peribadatan dan pewartaan.


Harapan Lingkungan Griya Pesona di tahun 2017 :



1. Rasa persaudaraan, kekompakan dan kepedulian umat bisa terjalin dengan lebih baik lagi sehingga nantinya memberi dampak positif bagi pelaksanaan program-program kegiatan lingkungan 
2. Kegiatan lingkungan bisa terkoordinir dengan baik melalui kepengurusan baru yang telah dibentuk


3. Keterlibatan umat dalam kegiatan lingkungan bisa lebih aktif.
4. Pelayanan kepada umat di lingkungan bisa berjalan dengan baik.


5. Meningkatkan tumbuh kembang lingkungan, baik dari segi iman maupun pelayanan bagi umat dengan selalu menjaga hubungan yang selaras dan komunikatif baik dari pengurus maupun umat lingkungan.


Program kegiatan lingkungan 2017, diantaranya :

a. Sie Liturgi

Koordinator sie liturgi (Bp Petrus Sinaga) mengkoordinir jadwal, tempat, petugas fasilitator dan tema yang akan dibahas dalam pertemuan doa. Adapun kegiatan yang sudah berjalan :


- Pertemuan Doa dilaksanakan 3x dalam sebulan yakni :
     » minggu ke-2 : ibadat sabda dan arisan lingkungan
     » minggu ke-3 : Sharing pengetahuan umum Gereja
     » minggu ke-4 : Sharing Kitab Suci

- Pelayanan doa dalam kunjungan sosial

- Pertemuan APP dilaksanakan 4 kali (sesuai buku panduan dari Gereja)

- Doa Rosario setiap hari (Mei dan Oktober)

- Pertemuan Bulan Kitab Suci (4 kali pertemuan September)

- Pertemuan Doa Novena

- Pertemuan masa Adven (sesuai buku panduan dari Gereja)

b. Sie Sosial


Koordinator sie sosial (Bp Elfius Titus) mengkoordinir umat dalam kegiatan kunjungan sosial, mengkoordinir pelayanan komuni oleh Prodiakon bagi orang sakit dan lansia.

c. Sie Humas


Koordinator sie humas (Bp Yohanes Aryanto) mengkoordinir penarikan iuran bulanan umat, mengantar undangan dan yang lebih penting pendekatan, mengajak dan penyampaian informasi ke umat dalam hal kegiatan lingkungan.

d. Sie Koor



Koordinator sie koor (Bp Fx Catur Suranto) mengkoordinir kegiatan latihan koor yang saat ini bergabung dengan lingkungan terangsari. Juga mempersiapkan lagu dan petugasnya dalam menunjang kegiatan pertemuan doa lingkungan.

Program terbaru lingkungan yakni Ziarah ke Gua Maria yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Mei 2017.

Demikian program-program kegiatan lingkungan 2017, semoga lingkungan semakin tumbuh dan berkembang dalam persaudaraan dan dalam persatuan kasih dengan Kristus.

 Amin



Berkah Dalem

Minggu, 31 Juli 2016

Kalender Liturgi Agustus 2016

Kalender Liturgi Katolik Bulan Agustus 2016



Senin, 1 Agustus 2016
Peringatan Wajib
St. Alfonsus Maria de Liguori
Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29,43,79,80,95,102; Mat. 14:13-21.
BcO Yl. 1:13 - 2:11
warna liturgi Putih

Selasa, 2 Agustus 2016
Eusebius Vercelli,
Petrus Yulianus Eymard
Yer. 30:1-2,12-15,18-22; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mat. 14:22-36.
BcO Yl. 2:12-17
warna liturgi Hijau

Rabu, 3 Agustus 2016
Hari biasa
Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Mat. 15:21-28.
BcO Yl. 2:28-3:8
warna liturgi Hijau

Kamis, 4 Agustus 2016
Peringatan Wajib
St. Yohanes Maria Vianney
Yer. 31:31-34; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 16:13-23.
BcO Yl. 3:9-21
warna liturgi Putih

Jumat, 5 Agustus 2016
Pemberkatan Gereja Basilik SP Maria
Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3,6-7; MT Ul. 32:35cd-36ab,39abcd,41; Mat. 16:24-28.
BcO Mal. 1:1-14; 2:13-16
warna liturgi Hijau

Sabtu, 6 Agustus 2016
Pesta
Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Dan. 7:9-10,13-14 atau 2Ptr. 1:16-19; Mzm. 97:1-2,5-6,9; Luk. 9:28-36.
BcO 2Kor. 3:7-4:6
warna liturgi Putih

Minggu, 7 Agustus 2016
Hari Minggu
Biasa XIX
Keb. 18:6-9; Mzm. 33:1,12,18-19,20,22; Ibr. 11:1-2,8-19; Luk. 12:32-48.
BcO Yun. 1:1-2:1,10
warna liturgi Hijau

Senin, 8 Agustus 2016
Peringatan Wajib
St. Dominikus,
Pendiri Ordo Pengkotbah
Yeh. 1:2-5,24-2:1a; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Mat. 17:22-27
BcO Yun. 3:1-4:11
warna liturgi Putih

Selasa, 9 Agustus 2016
Teresia Benedikta dr Salib
Yeh. 2:8-3:4; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Mat. 18:1-5,10,12-14.
BcO Za. 9:1-10:2
warna liturgi Hijau

Rabu, 10 Agustus 2016
Pesta
St. Laurensius
2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9; Yoh. 12:24-26.
BcO Kis. 6:1-6; 8:1,4-8
warna liturgi Merah

Kamis, 11 Agustus 2016
Peringatan Wajib
St. Klara
Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21 - 19:1.
BcO Za. 11:4-12:8
warna liturgi Putih

Jumat, 12 Agustus 2016
Hari Biasa
Yeh. 16:1-15,60,63 atau Yeh. 16:59-63; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Mat. 19:3-12.
BcO Za. 12:9-13:9
warna liturgi Hijau

Sabtu, 13 Agustus 2016
Pontianus,
Hippolitus
1Taw. 15:3-4,15-16; 16:1-2; Mzm. 132:6-7,9-10,13-14; 1Kor. 15:54b-57; Luk. 11:27-28.
BcO Za. 14:1-21
warna liturgi Hijau

Minggu, 14 Agustus 2016
HARI RAYA
SP MARIA DIANGKAT KE SURGA
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56.
BcO Ef. 1:16-2:10 atau Why. 12:1-17
warna liturgi Putih

Senin, 15 Agustus 2016
Hari Biasa
Yeh. 24:15-24; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 19:16-22.
BcO Pkh. 2:1-26
warna liturgi Hijau

Selasa, 16 Agustus 2016
Stefanus dr Hungaria
Yeh. 28:1-10; MT Ul. 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab; Mat. 19:23-30.
BcO Pkh. 3:1-22
warna liturgi Hijau

Rabu, 17 Agustus 2016
HARI RAYA
KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21.
BcO Gal. 5:1-26
warna liturgi Putih

Kamis, 18 Agustus 2016
Hari Biasa
Yeh. 36:23-28; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 22:1-14
BcO Pkh. 6:12-7:28
warna liturgi Hijau

Jumat, 19 Agustus 2016
Yohanes Eudes
Yeh. 37:1-14; Mzm. 107:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 22:34-40.
BcO Pkh. 8:5-9:10
warna liturgi Hijau

Sabtu, 20 Agustus 2016
Peringatan Wajib
St. Bernardus
Yeh. 43:1-7a; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Mat. 23:1-12.
BcO Pkh. 11:7 - 12:14
warna liturgi Putih

Minggu, 21 Agustus 2016
Hari Minggu
Biasa XXI
Yes. 66:18-21; Mzm. 117:1,2,; Ibr. 12:5-7,11-13; Luk. 13:22-30.
BcO Tit. 1:1-16
warna liturgi Hijau

Senin, 22 Agustus 2016
Peringatan wajib
SP Maria, Ratu
2Tes. 1:1-5,11b-12; Mzm. 96:1-2a,2b-3,4-5; Mat. 23:13-22
BcO Tit. 2:1-3:2
warna liturgi Putih

Selasa, 23 Agustus 2016
Rosa dr Lima
2Tes. 2:1-3a,13b-17; Mzm. 96:10,11-12a,12b-13; Mat. 23:23-26.
BcO Tit. 3:3-15
warna liturgi Hijau

Rabu, 24 Agustus 2016
Pesta
St. Bartolomeus Rasul
Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51.
BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16
warna liturgi Merah

Kamis, 25 Agustus 2016
Ludovikus,
Yosef dr Calasanz
1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51.
BcO 1Tim. 2:1-15
warna liturgi Hijau

Jumat, 26 Agustus 2016
Hari Biasa
1Kor. 1:17-25; Mzm. 33:1-2,4-5,10ab,11; Mat. 25:1-13.
BcO 1Tim. 3:1-16
warna liturgi Hijau

Sabtu, 27 Agustus 2016
Peringatan Wajib
St. Monika
1Kor. 1:26-31; Mzm. 33:12-13,18-19,20-21; Luk. 7:11-17,
atau (Sir. 26:1-4,16-21; Mzm. 131:1,2,3; Luk. 7:11-17).
BcO Ef. 6:1-9
warna liturgi Putih

Minggu, 28 Agustus 2016
Hari
Minggu Biasa XXII,
St. Agustinus
Sir. 3:17-18,20,28-29; Mzm. 68:4-5ac,6-7ab,10-11; Ibr. 12:18-19,22-24a; Luk. 14:1,7-14.
BcO 1Tim. 5:3-25
warna liturgi Hijau

Senin, 29 Agustus 2016
Peringatan Wajib
Wafatnya St. Yohanes Pembaptis
Yer. 1:17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk. 6:17-29.
BcO Am. 1:1 - 2:3
warna liturgi Merah

Selasa, 30 Agustus 2016
Hari Biasa
1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37.
BcO 1Tim. 6:11-21
warna liturgi Hijau

Rabu, 31 Agustus 2016
Hari biasa
1Kor. 3:1-9; Mzm. 33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44.
BcO 2Tim. 1:1-18
warna liturgi Hijau



Disalin dari misa.lagu-gereja.com

Rabu, 06 Juli 2016

Panca Tugas Gereja ( 5 Pilar Gereja )

Iman Katolik menerbitkan sebuah catatan.

PANCA TUGAS GEREJA 

(atau sering disebut juga sebagai 5 Pilar Gereja yakni : Liturgia, Koinonia, Kerygma, Diakonia, Martyria)



Katekesmus Gereja Katolik merumuskan Gereja sebagai “himpunan orang-orang yang digerakkan untuk berkumpul oleh Firman Allah, yakni, berhimpun bersama untuk membentuk Umat Allah dan yang diberi santapan dengan Tubuh kristus, menjadi Tubuh Kristus” (No 777). Existensi himpunan Umat Allah ini diwujudkan (secara lokal) dalam hidup berparoki.

Dalam paroki inilah himpunan Umat Allah mengambil bagian dan terlibat dalam menghidupkan peribadatan yang menguduskan (Liturgia), mengembangkan pewartaan Kabar Gembira (Kerygma), menghadirkan dan membangun persekutuan (Koinonia), memajukan karya cinta kasih/pelayanan (Diakonia) dan memberi kesaksian sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus (Martyria).

Kehidupan umat kristiani sesudah ditinggal Tuhan Yesus, merupakan buah didikan Tuhan Yesus selama Dia aktif di tengah masyarakat 3 tahun sebelum dibunuh di salib. Kehidupan menggereja jemaat perdana telah mengungkapkan lima tugas Gereja ini. Kita bisa melihat dari Kisah para rasul 2:41-47 berikut:“Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (Kerygma) dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti  dan berdoa (Liturgia). Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu (Koinonia), dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya (diakonia) kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Danmereka disukai semua orang (Martyria). Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”.

1. Liturgi (Liturgia)


Berarti ikut serta dalam perayaan ibadat resmi yang dilakukan Yesus Kristus dalam Gereja-Nya kepada Allah Bapa.Ini berarti mengamalkan tiga tugas pokok Kristus sebagai Imam, Guru dan Raja. Dalam kehidupan menggereja, peribadatan menjadi sumber dan pusat hidup beriman. Melalui bidang karya ini, setiap anggota menemukan, mengakui dan menyatakan identitas Kristiani mereka dalam Gereja Katolik. Hal ini dinyatakan dengan doa, simbol, lambang-lambang dan dalam kebersamaan umat. Partisipasi aktif dalam bidang ini diwujudkan dalam memimpin perayaan liturgis tertentu seperti: memimpin Ibadat Sabda/Doa Bersama; membagi komuni; menjadi: lector, pemazmur, organis, mesdinar, paduan suara, penghias Altar dan Sakristi; dan mengambil bagian secara aktif dalam setiap perayaan dengan berdoa bersama, menjawab aklamasi, bernyanyi dan sikap badan.

2. Pewartaan (Kerygma) 


Berarti ikut serta membawa Kabar Gembira bahwa Allah telah menyelamatkan dan menebus manusia dari dosa melalui Yesus Kristus, Putera-Nya. Melalui bidang karya ini, diharapkan dapat membantu Umat Allah untuk mendalami kebenaran Firman Allah, menumbuhkan semangat untuk menghayati hidup berdasarkan semangat Injili, dan mengusahakan pengenalan yang semakin mendalam akan pokok iman Kristiani supaya tidak mudah goyah dan tetap setia. Beberapa karya yang termasuk dalam bidang ini, misalnya: pendalaman iman, katekese para calon baptis dan persiapan penerimaan sakramen-sakramen lainnya. Termasuk dalam kerygma ini adalah pendalaman iman lebih lanjut bagi orang yang sudah Katolik lewat kegiatan-kegiatan katekese.

3. Persekutuan (Koinonia) 


Berarti ikut serta dalam persekutuan atau persaudaraan sebagai anak-anak Bapa dengan pengantaraan Kristus dalam kuasa Roh KudusNya. Sebagai orang beriman, kita dipanggil dalam persatuan erat dengan Allah Bapa dan sesama manusia melalui Yesus Kristus, PuteraNya, dalam kuasa Roh Kudus. Melalui bidang karya ini, dapat menjadi sarana untuk membentuk jemaat yang berpusat dan menampakkan kehadiran Kristus. Hal ini berhubungan dengan ‘cura anima’ (pemeliharaan jiwa-jiwa) dan menyatukan jemaat sebagai Tubuh Mistik Kristus. Oleh karena itu diharapkan dapat menciptakan kesatuan: antar umat, umat dengan paroki/keuskupan dan umat dengan masyarakat. Paguyuban ini diwujudkan dalam menghayati hidup menggereja baik secara territorial (Keuskupan, Paroki, Stasi/ Lingkungan, keluarga) maupun dalam kelompok-kelompok kategorial yang ada dalam Gereja.

4. Pelayanan (Diakonia) 


Berarti ikut serta dalam melaksanakan karya karitatif / cinta kasih melalui aneka kegiatan amal kasih Kristiani, khususnya kepada mereka yang miskin, telantar dan tersingkir. Melalui bidang karya ini, umat beriman menyadari akan tanggungjawab pribadi mereka akan kesejahteraan sesamanya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kerjasama dalam kasih, keterbukaan yang penuh empati, partisipasi dan keiklasan hati untuk berbagi satu sama lain demi kepentingan seluruh jemaat (bdk. Kis 4:32-35)

5. Kesaksian (Martyria) 


Berarti ikut serta dalam menjadi saksi Kristus bagi dunia. Hal ini dapat diwujudkan dalam menghayati hidup sehari-hari sebagai orang beriman di tempat kerja maupun di tengah masyarakat, ketika menjalin relasi dengan umat beriman lain, dan dalam relasi hidup bermasyarakat. Melalui bidang karya ini, umat beriman diharapkan dapat menjadi ragi, garam dan terang di tengah masyarakat sekitarnya. Sehingga mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


Berkah Dalem