Sabtu, 17 Oktober 2015

Sejarah Goa Maria Tritis

Goa Maria merupakan salah satu tempat wisata rohani bagi umat katolik yang terinspirasi dari penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadeta di goa Lourdes, Prancis. Dimana di Lourdes ini, sekarang menjadi tempat ziarah Bunda Maria yang terbesar di dunia. Dari sejarah tersebut, kemudian muncul banyak goa Maria di Indonesia, salah satunya adalah Goa Maria Tritis yabg terletak di kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.


*Sejarah Goa Maria Tritis*



Pada tahun 1975 Romo Hardjosudarmo, SJ bertugas di Paroki Wonosari. Beliau juga membina para murid SD Sanjaya di Dusun Pengos, Kelurahan Giring, Kecamatan Paliyan. Pada tanggal 25 Desember1975 itu beliau bersama para murid SD Sanjaya merayakan misa natal di gedung SD Sanjaya karena waktu itu di lingkungan SD Sanjaya belum mempunyai kapel. Setiap akan diadakan Misa Natal, Romo membuat “gua” dari kertas. Melihat hal itu ada seorang murid berkata kepada Romo,”Romo, tidak usah membuat gua dari kertas, karena di tempat saya ada gua asli.” Lalu Romo itu bertanya,”gua asli bagaimana ?” Murid itu hanya menjawab,”Gunung itu growong (berlobang besar).”Maka pada suatu hari Romo diantar oleh muridnya itu ke gunung growong itu. Sampai di dalam gua Romo kagum dengan keindahan alam yang baru pertama kali dijumpainya,sehingga Romo berniat menjadikan gua tersebut sebagai tempat berdoa bagi umat katolik.


Tak lama setelah peristiwa itu Romo menemui Bpk. R. Radio Sutirto, Kepala Desa Giring. Tujuannya adalah untuk meminta izin agar Gua Tritis boleh dipergunakan untuk berdoa bagi umat Katolik. “Pak, bagaimana kalau Gua Tritis itu saya jadikan tempat sembayangan bagi umat katolik ?” Tanpa menunggu keesokan harinya Bapak kepala desa itu menyetujui permintaan Romo Hardjosudarmo, SJ itu.

Berkat dukungan dan kerja sama masyarakat dusun bulu jalan menuju ke gua dalam waktu kurang lebih satu bulan sudah dapat dilewati walaupun waktu itu keadaanya belumlah sempurna seperti sekarang. Dan pada tahun 1979 Gua MariaTritis diresmikan oleh Romo Lamers, SJ dengan memasang Patung Bunda Maria. Sejak saat itu tempat itu dinamai Gua Maria Tritis.

Demikian sekelumit kisah sejarah Goa Maria Tritis. Semoga bermanfaat.

Berkah Dalem

Minggu, 11 Oktober 2015

Doa Salam Maria




Doa yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah doa Salam Maria. Bagian pertama dari doa tersebut berkembang dalam abad pertengahan ketika Maria, Bunda Yesus, menjadi perhatian umat Kristiani sebagai saksi terbesar atas hidup, wafat serta kebangkitan Kristus.

*Bagian awal doa merupakan salam Malaikat Gabriel kepada Maria, menurut Injil Lukas:

Salam Maria,
Penuh rahmat,
Tuhan sertamu,

Dengan perkataan tersebut, malaikat Tuhan menyatakan belas kasih Ilahi. Tuhan akan menyertai Maria. Maria akan melahirkan Yesus Kristus ke dunia.

*Bagian selanjutnya, adalah salam yang disampaikan kepada Maria oleh Elisabet, sepupunya, seperti ditulis dalam Injil
St. Lukas:

Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu,

Kata Yesus baru ditambahkan pada abad ke 13, menjadi:

Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

*Dan akhirnya, pada abad ke-15, bagian doa selanjutnya ditambahkan:

Santa Maria , bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati.

Bagian doa tersebut memohon kepada Maria, yang penuh rahmat serta dekat dengan Putra-nya,untuk mendoakan kita orang berdosa, sekarang dan saat ajal menjelang.

Bersama dengan murid kepada siapa Yesus mempercayakan ibunda-Nya di Kalvari dengan mengatakan "Inilah ibumu!", kita mengakui BundaMaria sebagai bunda kita. Bunda Maria akan senantiasa mendekatkan kita pada Kristus. Sejak dari permulaan Bunda Maria mengenal-Nya; ia menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitan Kristus; tidakkah Bunda Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putra-nya dan misteri hidup-Nya? Kita mengandalkan belas kasih Bunda Maria kepada kita seperti yang ia lakukan bagi pasangan pengantin di Kana, di Galilea. Kita mempercayakan segala kebutuhan kita kepada Bunda Maria.



Pada akhir abad ke-16, kebiasaan mendaraskan 150 Salam Maria dalam suatu rangkaian doa atau perpuluhan menjadi populer di kalangan umat Kristiani. Dalam doa-doa tersebut, peristiwa-peristiwa hidup, wafat dan kebangkitan Yesus direnungkan. Praktek doa itu sekarang dikenal sebagai Doa Rosario.Bunda Maria senantiasa menjadi teladan iman dan pelindung orang-orang Kristen yang percaya.. Ketika Malaikat Gabriel datang kepadanya, ia percaya akan warta yang disampaikan malaikat dan tetap teguh pada imannya tanpa ragu sedikit pun meskipun harus melewati pencobaan gelap Kalvari. Bunda Maria mendampingi kita juga yang adalah saudara dan saudari Putra-nya, sepanjang ziarah kita di dunia yang penuh dengan kesulitan dan mara bahaya. Selama berabad-abad telah banyak umat Kristiani mengakui bahwa doa Salam Maria merupakan sumber rahmat rohani.

Setiap orang beriman Kristiani yang bersedia mempelajari Kitab Suci secara utuh tentu akan dapat memahami peran Maria dalam tata penyelamatan manusia. Doa Salam Maria alinea pertama adalah salam dari Malaekat, dan salam dari bunda Elisabeth. Dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah, Asal Mula dan Tujuan Hidup kita, dengan pengantaraan Kristus, dalam persekutuan Roh Kudus. Fungsi kepengantaraan Kristus utuh, karena Ia adalah "Firman Allah" (mewakili Allah) dan sekaligus "Yang tinggal di tengah kita" (mewakili manusia). Dan kepengantaraan Maria dalam doa terjadi karena ia adalah seorang manusia di antara kita. Dalam berdoa kita berdoa bersama Maria yang menyampaikan doa-doa kita kepada Allah dengan pengantaraan Kristus dalam persekutuan Roh Kudus . Makin rumitkah? Mudahnya, kalau kita mencintai Anak, kita juga mencintai Ibu-Nya.

Doa yang singkat dan sederhana ini membutuhkan 15 abad untuk sampai pada bentuknya yang sekarang. Begini terjadinya:

*Yang pertama mengucapkan sebagian doa itu ialah malaikat Gabriel. Kemudian ada bukti-bukti bahwa sekurang-kurangnya sejak abad ke-6 umat Kristen mulai mengucapkan kata-kata malaikat itu, sebagai penghormatan bagi ibu Yesus. Kata-kata itu berbunyi: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu". Kata-kata ini mirip bahkan sama artinya dengan kata-kata malaikat dalam Injil: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Luk.1:28). Jadi waktu itu orang suka berdoa: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu."

*Enam abad kemudian, dalam abad ke-12, kata-kata dari Elisabet sewaktu mendapat kunjungan dari Maria ditambahkan ke dalam doasingkat itu. Kata-kata itu berbunyi "Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu." Ungkapan ini menterjemahkan seruan Elisabet: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu" (Luk.1:48). Maka sejak saat itu, kurang lebih 800 tahun yang lalu, orang biasa berdoa: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu. Amin." Kemudian ditambahkan lagi kata Yesus, menjadi ".....buah tubuhmu Yesus". Dan selesailah sudah kurang lebih 12 abad bagian pertama dari doa "Salam Maria".

*Bagian ke-2 dari doa "Salam Maria" mendapatkan bentuknya yang sekarang dalam waktu 3 sampai 4 abad. Mulai abad ke-13, ada penambahan-penambahan pendek. Di satu daerah orang berdoa: "... Santa Maria , doakanlah kami. Amin". Di tempat lain orang berdoa:"..Doakanlah kami yang berdosa ini. Amin". Dan beberapa variasi lain lagi. Doa selengkapnya, dalam bentuknya yang sekarang ini, baru diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius V pada tahun 1568, 4 abad yang lalu.

Demikianlah sejarah singkat doa Salam Maria yang kita kenal. Ternyata sarat akan tradisi yang suci, diucapkan ribuan kali oleh jutaan orang beriman yang mendahului kita, yang mengungkapkan cinta mereka akan Bunda Maria dan melalui doa ini menaruh harapannya kepada Bunda Allah.

Berkah Dalem


Disalin dari, www.imankatolik.or.id

Sabtu, 03 Oktober 2015

Bulan Rosario, Doa Devosi Maria

Bulan Oktober merupakan bulan rosario, dimana umat Katolik memberi penghormatan kepada Bunda Maria dengan melakukan doa-doa devosi kepada Bunda Maria.


Sejarah bulan Maria pada bulan Oktober. Berkaitan dengan pertempuran yang terjadi di Lepanto pada tahun 1571. Pada pertempuran itu, kerajaan Ottoman (berasal dari Turki)menyerang umat Kristen yang tersebar di Eropa. Jumlah pasukan Turki ternyata melebihi pasukan Kristen Katolik Spanyol, Venesia, dan Genoa. Ancaman ini diluar dugaan. Untuk menghadapi situasi yang begitu mencekang ini, Don Juan (John) dari Austria yang menjadi komandan armada Kristen Katolik, memohon pertolongan melalui perantaraan Bunda Maria dengan mendaraskan doa Rosario. Bersama dengan Don Juan, umat Kristen Katolik diseluruh Eropa mendaraskan doa Rosario tiada henti. Pada 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama dengan umat Kristen berdoa Rosario bersama di Basilika Santa Maria Magiore. Doa didaraskan dari subuh, hingga petang. Doa Rosario terus didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran Lepanto. Hal ini kelihatannya mustahil, namun pada tanggal7 oktober, pasukan Kristen Katolik akhirnya memperoleh kemenangan dalam pertempuran Lepanto (Lepanto Battle).Kemudian, oleh Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa Kudus di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Kemudian, oleh penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari raya Rosario Suci.


Kegiatan Doa Rosario lingkungan griya pesona dilaksanakan setiap malam. Kecuali untuk malam senin dan malam kamis karna harus bergabung dengan lingkungan terangsari untuk mengikuti latihan koor. Secara tehknis seperti bulan maria sebelumnya, kegiatan doa dilaksanakan secara bergiliran dari rumah kerumah umat dan untuk konsumsi ditiadakan. Tuan rumah dihimbau untuk menyediakan air putih saja dan dana untuk konsumsi dialihkan untuk kolekte.
Program dari seksi liturgi, setiap malam minggu setelah doa rosario akan diadakan sharing dan renungan tentang peristiwa-peristiwa yang  terdapat dalam doa rosario yakni peristiwa gembira, peristiwa terang, peristiwa sedih dan peristiwa mulia. Sebelumnya pemandu akan menjelaskan dan menjabarkan peristiwa-peristiwa tersebut diatas. Bertujuan umat lebih mengetahui dan memahami makna dari peristiwa-peristiwa tersebut.
Semoga kegiatan rosario di lingkungan griya pesona berjalan dengan baik dan umat terlibat aktif dalam kegiatan ini. Amin

Berkah Dalem

Senin, 28 September 2015

Pertemuan Bulan Kitab Suci

Melayani Seturut Sabda



Secara khusus, Gereja Katolik di Indonesia menjadikan bulan September sebagai bulan Kitab Suci. Bertujuan agar umat katolik sering "membuka", membaca dan lebih bisa memahami makna dan pesan yang terkandung dalam bacaan Kitab Suci.

Dalam hal ini, Paroki Kristus Raja Karawang mengadakan program kegiatan bagi tiap lingkungan untuk mengadakan pertemuan bulan Kitab Suci. Tema untuk bulan Kitab Suci 2015 yakni "Melayani Menurut Sabda". Kegiatan pertemuan dilaksanakan 4 kali dalam sebulan dan dalam setiap pertemuan, umat dihimbau untuk membawa Kitab Suci.


Alur pembahasan Kitab Suci yakni:

a. Pembacaan Kitab Suci
 Umat membaca secara bergantian (per titik dan per ayat), dan pembacaan diulang 2 kali.
b. Pencarian Tokoh
  Mencari tokoh yang terdapat dalam         bacaan tersebut.
c. Sharing
  Mensharingkan makna dan pesan yang   terkandung dalam isi bacaan.
d. Action (audio visual)
  Setelah memahami makna dan pesan,   salah satu atau dua umat memperagakan
contoh aksi dalam kehidupan sehari hari     sesuai isi bacaan.
e. Pemahaman lebih dalam
  Dilakukan dengan hening, pemandu        mengajak berdoa dan instropeksi diri.

1. Pertemuan Pertama

Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Yohanes 13:1-15 dengan tema " Yesus Teladan Dan Pelayanan".




Yesus memberi teladan bagi kita untuk saling melayani. Yesus sebagai Guru dan Tuhan mau merendahkan dirinya sebagai hamba, dimana Dia mau membasuh kaki para murid-Nya termasuk pada Yudas Iskariot yang akan mengkhianati-Nya. Pesan dalam Injil ini yakni hendaknya kita saling melayani, saling mengasihi satu sama lain seperti teladan yang diberikan Yesus bagi kita.

2. Pertemuan kedua

Bacaan kitab suci diambil dari Kolose 3:18-4:1 dengan tema " Melayani Dalam Keluarga".


Bagaimana melayani dalam keluarga? Keselarasan hubungan pasangan suami istri, orangtua dan anak harus selalu terjalin. Istri taat pada suami, begitu pula suami mengasihi istri dan tidak berlaku kasar padanya. Anak taat pada orang tua dan orang tua berkewajiban mendidik anak dengan baik. Saling mengasihi antar anggota keluarga merupakan kunci dalam mencapai kedewasaan berumah tangga.

3. Pertemuan Ketiga

Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Lukas 10:38-42 dengan tema "Melayani Dalam Gereja".



Dalam Injil ini ada 3 tokoh utama yakni Marta, Maria dan Yesus. Ketika Yesus dan para murid-Nya singgah dirumahnya, Marta sangat bahagia dan sibuk melayani dan ketika melihat Maria hanya duduk dan mendengar perkataan Yesus, Martapun menggerutu. Yesus mengatakan, Maria sudah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil darinya. Peristiwa sederhana ini sangat menginspirasi, Marta dan Maria melakukan hal yang baik. Tapi menurut Yesus, Maria yang terbaik karna dia lebih peka memilih mendengarkan pengajaran-Nya.
Sebagai manusia kadang kita seperti Marta yang sibuk dan kurang peka akan apa yang diinginkan dan dikehendaki Yesus. Mengasihi Yesus pertama-tama adalah dimulai dengan mendengarkan Dia.

4. Pertemuan Keempat

Bacaan Kitab Suci diambil dari 1 Petrus 2:13-17 dengan tema "Melayani Dalam Masyarakat".



Dalam bacaan ini, kita diharuskan taat pada lembaga manusia dan menjadi orang yang merdeka. Merdeka dalam hal ini berarti bebas tapi bebas yang bertanggung jawab serta kita juga harus kritis. Kritis dalam artian aktif dalam mengikuti kegiatan dalam lingkungan masyarakat. Sebagai minoritas kadang kita merasa minder, takut dsb. Kalau kita seperti itu, kita tidak bisa ikut membangun lingkungan masyarakat dan tentunya kita kurang berkembang. Kita harus membaur dengan lingkungan mayoritas dan saling membantu dan bekerjasama karna itulah tanda kasih dan pelayanan.

Berkah Dalem

Kamis, 17 September 2015

Arisan Bapak-Bapak Griya Teras

Kegiatan arisan ini mulai memasuki periode yang kedua, dimana selain sebagai ajang berkumpul bapak bapak juga sebagai tempat sharing rohani dan juga guna membahas permasalahan permasalahan yang dihadapi lingkungan.

 Acara dalam pembukaan arisan periode kedua ini antara lain:

1. Pembagian kaos kenang kenangan arisan  periode satu

Kaos dengan lambang Alfa dan Omega






2. Pembentukan kepengurusan arisan periode kedua
 
    a. Ketua.             : Bp Yulius Purnomo
    b. Bendahara 1  : Bp Margono
                            2 : Bp Aloysius Widioko


Besarnya dana untuk arisan periode 2:
   - dana arisan.        : Rp 50.000
   - dana kas.             : Rp 10.000
   - dana konsumsi.  : Rp 10.000

3. Pembentukan kepengurusan tabungan ziarah

    a. Ketua.              : Bp Yusup Pracoyo
    b. Bendahara   1 : Bp Viktor Triadi
                             2 : Bp Daniel Wawan


Secara tehknis, umat menabung seribu setiap hari dan dikumpulkan setiap pertemuan arisan. Rencana ziarah akan dilaksanakan bulan Oktober 2017 di ziarah Maria Kuningan.

Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan semakin memupuk rasa persaudaraan antar umat. Amien

Berkah Dalem

Minggu, 06 September 2015

Kenangan Kunjungan Suster Mikhaela

 Kunjungan  ini merupakan program Paroki Kristus Raja Karawang, Keuskupan Bandung.  Dimana tiap-tiap lingkungan mendapat jatah kunjungan 1 suster. Waktu kunjungan tanggal 5 September 2015 dan menginap selama 1 malam dirumah salah satu umat lingkungan tersebut. Untuk lingkungan griya pesona, suster menginap dirumah bp St Suparno. Kegiatan yang dilakukan suster selama kunjungan diantaranya mengajar sekolah minggu di Wisma Benekditus, mengikuti acara doa persiapan penerimaan sakramen perkawinan Aditya-Denny, sharing dan ramah tamah bersama umat lingkungan. 

 Inilah momen-momen  kunjungan suster bersama umat lingkungan griya pesona dan umat lingkungan terangsari yang ikut bergabung.





1. Gereja Kristus Raja Karawang





2. Wisma Benekditus, blok SS






3. Rumah Bp St Suparno