Senin, 28 September 2015

Pertemuan Bulan Kitab Suci

Melayani Seturut Sabda



Secara khusus, Gereja Katolik di Indonesia menjadikan bulan September sebagai bulan Kitab Suci. Bertujuan agar umat katolik sering "membuka", membaca dan lebih bisa memahami makna dan pesan yang terkandung dalam bacaan Kitab Suci.

Dalam hal ini, Paroki Kristus Raja Karawang mengadakan program kegiatan bagi tiap lingkungan untuk mengadakan pertemuan bulan Kitab Suci. Tema untuk bulan Kitab Suci 2015 yakni "Melayani Menurut Sabda". Kegiatan pertemuan dilaksanakan 4 kali dalam sebulan dan dalam setiap pertemuan, umat dihimbau untuk membawa Kitab Suci.


Alur pembahasan Kitab Suci yakni:

a. Pembacaan Kitab Suci
 Umat membaca secara bergantian (per titik dan per ayat), dan pembacaan diulang 2 kali.
b. Pencarian Tokoh
  Mencari tokoh yang terdapat dalam         bacaan tersebut.
c. Sharing
  Mensharingkan makna dan pesan yang   terkandung dalam isi bacaan.
d. Action (audio visual)
  Setelah memahami makna dan pesan,   salah satu atau dua umat memperagakan
contoh aksi dalam kehidupan sehari hari     sesuai isi bacaan.
e. Pemahaman lebih dalam
  Dilakukan dengan hening, pemandu        mengajak berdoa dan instropeksi diri.

1. Pertemuan Pertama

Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Yohanes 13:1-15 dengan tema " Yesus Teladan Dan Pelayanan".




Yesus memberi teladan bagi kita untuk saling melayani. Yesus sebagai Guru dan Tuhan mau merendahkan dirinya sebagai hamba, dimana Dia mau membasuh kaki para murid-Nya termasuk pada Yudas Iskariot yang akan mengkhianati-Nya. Pesan dalam Injil ini yakni hendaknya kita saling melayani, saling mengasihi satu sama lain seperti teladan yang diberikan Yesus bagi kita.

2. Pertemuan kedua

Bacaan kitab suci diambil dari Kolose 3:18-4:1 dengan tema " Melayani Dalam Keluarga".


Bagaimana melayani dalam keluarga? Keselarasan hubungan pasangan suami istri, orangtua dan anak harus selalu terjalin. Istri taat pada suami, begitu pula suami mengasihi istri dan tidak berlaku kasar padanya. Anak taat pada orang tua dan orang tua berkewajiban mendidik anak dengan baik. Saling mengasihi antar anggota keluarga merupakan kunci dalam mencapai kedewasaan berumah tangga.

3. Pertemuan Ketiga

Bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Lukas 10:38-42 dengan tema "Melayani Dalam Gereja".



Dalam Injil ini ada 3 tokoh utama yakni Marta, Maria dan Yesus. Ketika Yesus dan para murid-Nya singgah dirumahnya, Marta sangat bahagia dan sibuk melayani dan ketika melihat Maria hanya duduk dan mendengar perkataan Yesus, Martapun menggerutu. Yesus mengatakan, Maria sudah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil darinya. Peristiwa sederhana ini sangat menginspirasi, Marta dan Maria melakukan hal yang baik. Tapi menurut Yesus, Maria yang terbaik karna dia lebih peka memilih mendengarkan pengajaran-Nya.
Sebagai manusia kadang kita seperti Marta yang sibuk dan kurang peka akan apa yang diinginkan dan dikehendaki Yesus. Mengasihi Yesus pertama-tama adalah dimulai dengan mendengarkan Dia.

4. Pertemuan Keempat

Bacaan Kitab Suci diambil dari 1 Petrus 2:13-17 dengan tema "Melayani Dalam Masyarakat".



Dalam bacaan ini, kita diharuskan taat pada lembaga manusia dan menjadi orang yang merdeka. Merdeka dalam hal ini berarti bebas tapi bebas yang bertanggung jawab serta kita juga harus kritis. Kritis dalam artian aktif dalam mengikuti kegiatan dalam lingkungan masyarakat. Sebagai minoritas kadang kita merasa minder, takut dsb. Kalau kita seperti itu, kita tidak bisa ikut membangun lingkungan masyarakat dan tentunya kita kurang berkembang. Kita harus membaur dengan lingkungan mayoritas dan saling membantu dan bekerjasama karna itulah tanda kasih dan pelayanan.

Berkah Dalem

Kamis, 17 September 2015

Arisan Bapak-Bapak Griya Teras

Kegiatan arisan ini mulai memasuki periode yang kedua, dimana selain sebagai ajang berkumpul bapak bapak juga sebagai tempat sharing rohani dan juga guna membahas permasalahan permasalahan yang dihadapi lingkungan.

 Acara dalam pembukaan arisan periode kedua ini antara lain:

1. Pembagian kaos kenang kenangan arisan  periode satu

Kaos dengan lambang Alfa dan Omega






2. Pembentukan kepengurusan arisan periode kedua
 
    a. Ketua.             : Bp Yulius Purnomo
    b. Bendahara 1  : Bp Margono
                            2 : Bp Aloysius Widioko


Besarnya dana untuk arisan periode 2:
   - dana arisan.        : Rp 50.000
   - dana kas.             : Rp 10.000
   - dana konsumsi.  : Rp 10.000

3. Pembentukan kepengurusan tabungan ziarah

    a. Ketua.              : Bp Yusup Pracoyo
    b. Bendahara   1 : Bp Viktor Triadi
                             2 : Bp Daniel Wawan


Secara tehknis, umat menabung seribu setiap hari dan dikumpulkan setiap pertemuan arisan. Rencana ziarah akan dilaksanakan bulan Oktober 2017 di ziarah Maria Kuningan.

Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan semakin memupuk rasa persaudaraan antar umat. Amien

Berkah Dalem

Minggu, 06 September 2015

Kenangan Kunjungan Suster Mikhaela

 Kunjungan  ini merupakan program Paroki Kristus Raja Karawang, Keuskupan Bandung.  Dimana tiap-tiap lingkungan mendapat jatah kunjungan 1 suster. Waktu kunjungan tanggal 5 September 2015 dan menginap selama 1 malam dirumah salah satu umat lingkungan tersebut. Untuk lingkungan griya pesona, suster menginap dirumah bp St Suparno. Kegiatan yang dilakukan suster selama kunjungan diantaranya mengajar sekolah minggu di Wisma Benekditus, mengikuti acara doa persiapan penerimaan sakramen perkawinan Aditya-Denny, sharing dan ramah tamah bersama umat lingkungan. 

 Inilah momen-momen  kunjungan suster bersama umat lingkungan griya pesona dan umat lingkungan terangsari yang ikut bergabung.





1. Gereja Kristus Raja Karawang





2. Wisma Benekditus, blok SS






3. Rumah Bp St Suparno









Sabtu, 22 Agustus 2015

Rencana Kegiatan Bulan September

Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dibulan September :


1. Pertemuan Bulan Kitab Suci
 Akan dilaksanakan 4 kali pertemuan yang secara tehknis dipersiapkan oleh seksi liturgi. Biasanya diberi buku panduan dari Gereja.

2. Pertemuan doa persiapan pernikahan
 Akan dilaksanakan tanggal 4 Sept, doa persiapan pernikahan Elizabeth Elga Megalia (putri dr bp  Viktor Triadi) dengan Gabriel Bruri bertempat dirumah Bp Viktor Triadi.

3. Pertemuan doa persiapan pernikahan
 Akan dilaksanakan tanggal 5 Sept, doa persiapan pernikahan Aditya Purnama Sari dengan Denny bertempat di Wisma Benekditus.

4. Kunjungan Suster
 Akan dilaksanakan tanggal 5 Sept. Kunjungan ini program dari keuskupan Bandung ke tiap lingkungan. Suster akan dilibatkan dalam doa persiapan pernikahan Aditya-Denny. Dilanjut acara ramah tamah bersama suster dan suster akan menginap di rumah bp Bernadus Sigit selama satu malam.

5. Misa Pemberkatan pernikahan Aditya Purnama Sari dan Denny
 Akan dilaksanakan tanggal 6 Sept di Gereja Kristus Raja Karawang. Lingkungan Griya dan Terangsari diminta untuk koor mengiringi misa pemberkatan ini. Latihan koor dilaksanakan setiap malam senin dan malam kamis.

6. Misa Pemberkatan dan Resepsi Pernikahan Elizabeth Elga dan Gabriel Bruri

 Misa pemberkatan dilaksanakan tanggal 6 Sept di Gereja St Albertus Agung Bekasi dan dilanjut acara resepsi pernikahan di Gedung Sartika Bekasi. Mohon maaf kpd keluarga Bp Viktor karna umat lingkungan akan mengikuti acara resepsi saja karna waktunya yang memang bentrok.

7. Pertemuan Arisan Bapak-Bapak Griya Teras

Akan dilaksanakan tanggal 12 Sept di rumah Bp Petrus Sinaga. Pertemuan ini merupakan pembukaan arisan bapak-bapak periode yang ke 2. Rencana acara yakni pembentukan pengurus arisan periode ke 2, pembagian kaos (kenang-kenangan arisan periode 1), launcing perdana TABU (tabungan seribu).

8. Pertemuan Doa Bulanan

Akan dilaksanakan tanggal 13 Sept dirumah Bp Antonius Paino. Setelah selesai doa, dilanjut arisan keluarga.

 Dari rencana2 kegiatan diatas, perlu persiapan yang baik dan partisipasi serta dukungan seluruh umat akan sangat membantu kelancaran kegiatan tersebut. Semoga Tuhan selalu membimbing dan memberkati langkah kita. Amien


Berkah Dalem

Jumat, 21 Agustus 2015

Bukan Memerintah, Melainkan Melayani

Tema diatas adalah tema untuk pertemuan doa bulan ini yang bertempat dirumah Bp St Suparno. Diambil dari kitab Injil Matius 20:20-28, perihal sabda Yesus tentang kepemimpinan dan pelayanan.

Banyak hal yang bisa kita jadikan renungan dalam bacaan Injil kali ini. Dimulai dari tindakan Yohanes dan Yakobus dengan ibu mereka yang meminta agar kelak Yohanes dan Yakobus bisa duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus menunjukkan bahwa mereka belum memahami tentang pemimpin yang sesungguhnya dalam Kerajaan Allah, yaitu mereka yang melayani.Yohanes dan Yakobus masih mengejar kekuasaan, padahal yang terpenting dalam Kerajaan Allah adalah melayani dan menjadi berkat, bukan dilayani dan mendapat keuntungan. Sungguh menyedihkan melihat kenyataan bahwa menjelang masa sengsara yang hendak dimasuki oleh Tuhan Yesus, murid-murid-Nya (secara khusus Yohanes dan Yakobus) ternyata masih ingin memperebutkan kedudukan. Walaupun Tuhan Yesus telah memperlihatkan banyak teladan melalui kehidupan-Nya, murid-murid-Nya masih belum memahami bahwa kebesaran dalam Kerajaan Allah itu diukur melalui pelayanan yang dilakukan dan orang yang lebih dihargai dalam pandangan Allah adalah orang yang menempatkan diri sebagai hamba.
"Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah iamenjadi hambamu." (Matius 20:26-27)
Dan diayat 28 dikatakan tentang misi kedatangan Yesus ke dunia, "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang".

Sangat jelas dikatakan bahwa Yesus datang ke dunia dengan misi melayani. Sengsara hinggsa wafatNya adalah puncak dari pengorbananNya bagi kita manusia. Sudah barang tentu kita sebagai anakNya, meneladani apa yang menjadi misi Yesus tersebut karna melayani adalah wujud dari "Cinta Kasih".

Berkah Dalem

Minggu, 16 Agustus 2015

Santo Pelindung Wilayah Klari


Santo Paskalis adalah Santo Pelindung wilayah Klari, dan lingkungan griya pesona berada didalamnya. Mungkin banyak yang belum tahu siapa sosok St Paskalis, bagaimana perjuangannya dalam pelayanan bagi Tuhan dan Gereja. Akan kita ulas sedikit tentang sejarah hidup St Paskalis.

Paskalis lahir di Torre Hermosa, kerajaan Aragon (sekarang Timur-Laut Spanyol) pada tanggal 24 Mei 1540. Kelahiran dan kematiannya tepat padahari hari raya Pentekosta. Keluarganya amat miskin. Sampai umur 24 tahun, Paskalis menjadi gembala domba. Di tengah kesibukannya memperhatikan domba-dombanya, Paskalis selalu menyempatkan diri berdoa dan membaca Kitab Suci. Kebiasaannya berdoa dan membaca Kitab Suci ini menumbuhkan dalam hatinya keinginan menjadi biarawan. Ia bercita-cita masuk biara yang lebih mengutamakan kemiskinan. Untuk itu, ia menjelajahi seluruh Spanyol selama 4 tahun untuk mengenal setiap biara yang ada disana. Akhirnya ia memutuskan masuk biara saudara-saudara dina Fransiskus diMonteforte sebagai seorang bruder. Pada tahun 1565 ia mengikrarkan kaulnya dalam ordo itu.Pemimpin biara sangat menyukai dia. Peter Ximenes, pemimpin biara itu mengatakan bahwaia belum pernah menyaksikan seorang biarawan Fransiskan yang benar-benar menghayati kemiskinan seperti Paskalis. Kamarnya sangat sederhana. Di dalamnya tidak terdapat apapun juga selain sebuah Salib Yesus, patung Bunda Maria, sebuah meja kecil dan sepotong kayu sebagai tempat duduk sekaligus bantalnya.Tidurnya semalam hanya tiga jam lamanya. Tengah malam ia selalu hadir dalam doa ofisi bersama-sama rekan-rekannya. Sesudah ofisi malam, ia terus tinggal di dalam biara untuk berdoa dan bermeditasi. Pagi-pagi benar ia sudah membuka pintu gereja dan menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk perayaan Ekaristi.Di dalam biara ia dikenal sebagai seorang biarawan yang taat dan yang menjalankan disiplin diri yang keras. Ia menjadi sosok biarawan Fransiskan yang penuh kebijakan dan cinta kasih. Ia menyambut gembira semua orangyang datang kepadanya untuk meminta doa dan bimbingannya. Diceritakan bahwa ia melakukan sejumlah mukzijat teristimewa untuk orang-orang yang sakit dan miskin.Suatu kali ketika menjalankan tugas misioner di Perancis, ia dengan tegas melawan penganut Protestan Perancis yang menolak mengakui kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi Kudus. Karena itu, ia diusir oleh orang-orang Protestan Prancis. Ia kembali ke biara Fransiskan di Villareale dan menetap disana hingga kematiannya pada tanggal 15 Mei 1592.

Hari kelahiran dan kematiannya yang tepat pada hari Pentekosta memberi kesan bahwa ia sungguh-sungguh dinaungi oleh Roh Kudus, dan panggilannya merupakan panggilan Roh Kudus. Kekuatan fisik dan rohnya adalah karunia dari Roh Kudus. Pater Emmanuel Rodriquez, seorang teolog ternama mengatakan bahwa ia banyak bicara dengam Bruder Paskalis mengenai pokok-pokok iman yang sukar dimengerti. Betapa herannya bahwa Bruder Paskalis yang tidak pernah bersekolah itu dapat menerangkan soal-soal yang sukar itu dengan lebih jelas daripada dia sendiri.Santo Paskalis Baylon dihormati terutama sebagai pelindung dari Persekutuan-persekutuanyang memberi devosi kepada Sakramen MahaKudus. Sebagai penjaga pintu biara, Paskalis tinggal dekat pintu biara dan gereja. Setiap waktu senggangnya dimanfaatkannya untuk berdoa di depan tarbenakel. Tidaklah mengherankan bahwa kemudian Bruder Paskalisyang rendah hati ini dikaruniai penglihatan-penglihatan ajaib dan ekstase-eksatase luar biasa.Saat kematiannya diketahuinya sendiri dengan pasti. Seminggu sebelum kematiannya, ia pergi ke kota untuk mengadakan kunjungan perpisahan dengan semua rekannya. Jenazahnya disemayankan di gereja dan dihormati dengan perayaan Ekaristi. Pada saat konsekrasi, Paskalis membuka matanya dua kali sebagai tanda penghormatannya yang terakhir kepada Sakramen MahaKudus.

Sedikit ulasan ini semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang St Paskalis dan semakin memberi motivasi bagi kita dalam hal pelayanan bagi Tuhan. Amien

Berkah Dalem


Disalin dari santosanta.blogspot.com